Kondisi Pandemi, BUMD Migas Jabar Bukukan Laba Rp 152 Miliar

Kondisi Pandemi, BUMD Migas Jabar Bukukan Laba Rp 152 Miliar

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, PT Migas Hulu Jabar (MUJ) masih bisa membukukan laba mencapai ratusan miliar rupiah pada 2020. Bahkan, laba yang dibukukan disebut dapat melebihi target.

PT MUJ merupakan BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas (migas), serta jasa penunjang energi. Menurut Direktur Keuangan dan Umum PT MUJ Punjul Prabowo, sepanjang 2020, MUJ meraih pendapatan sekitar Rp 262 miliar. Terdiri atas pendapatan usaha dari participating interest (PI) sekitar Rp 201 miliar dan non-PI sekitar Rp 61 miliar. “Alhamdulillah, menutup tahun 2020, secara house closing unaudited, MUJ berhasil membukukan laba Rp 152 miliar,” kata dia, lewat keterangan resminya, Kamis (11/2).

Prabowo menyebut, tren positif itu berkat keberhasilan dalam pengembangan bisnis selain usaha pengelolaan PI di wilayah kerja migas Offshore North West Java (ONWJ). Pengembangan bisnis non-PI ini, kata dia, dapat menyumbang 23 persen dari perolehan laba sepanjang 2020 atau naik sekitar tujuh persen dari tahun sebelumnya. 

Menurut Prabowo, perolehan laba sepanjang 2020 itu tidak terlepas dari sejumlah strategi bisnis yang dirancang perseroan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perubahan (RKAP) 2020. Ia mengatakan, MUJ pun bisa melebihi ekspektasi sekitar 21 persen dari yang ditargetkan dalam RKAP 2020. Di mana ada peningkatan laba dari target mencapai sekitar Rp 26 miliar.

“Meskipun pada tahun 2020 diguncang dengan situasi pandemi Covid-19, bagaimanapun juga MUJ tetap produktif dalam menjalankan bisnis. Artinya, ada strategi yang harus dijalankan dalam mencapai target, terutama memaksimalkan bisnis-bisnis MUJ di luar pengelolaan PI,” ujar dia.

Tahun lalu, Prabowo menjelaskan, MUJ melalui anak perusahaannya, PT Energi Negeri Mandiri (ENM), memulai agresivitas bisnis dalam kegiatan jasa penunjang migas, serta energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE). Salah satunya, MUJ memberikan layanan ketenagalistrikan diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS) 10 megavolt ampere (MVA) untuk mendukung operasional industri di sektor hulu migas milik Pertamina EP Asset 5 di Tanjung, Kalimantan Selatan.

Selain itu, pengadaan empat unit mobile rigs 550 HP untuk kebutuhan hulu migas, yang dilakukan bersama PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (Petrodril), yang memiliki workshop di Dawuan, Jabar.

MUJ pun mengukuhkan usaha dalam bidang energi terbarukan melalui sinergi BUMD bersama PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar), dengan melakukan kerja sama pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) di Cirompang, Kabupaten Garut. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi listrik di wilayah selatan Garut.

Direktur Utama PT MUJ Begin Troys menilai, sinyal pemulihan ekonomi pada 2021 sudah mulai terlihat. Ia pun optimistis MUJ bisa kembali membukukan laba sesuai yang ditargetkan. “Setelah kita menjalankan beberapa usaha di tahun 2020 di tengah tantangan pandemi, kini kita ingin kembali ‘lari’ dan menatap optimistis beberapa pengembangan usaha di luar PI pada tahun 2021, sesuai harapan Gubernur Jabar (Ridwan Kamil) agar MUJ bisa terus meningkatkan kontribusi dan manfaatnya untuk Jawa Barat,” ujar dia.

Menurut Begin, PT MUJ ingin mencapai rasio pendapatan perusahaan yang seimbang antara bisnis PI dan non-PI. “Insyaallah, komposisinya bisa 50 persen-50 persen,” kata dia. 

Sumber: Republika

PT. ENERGI NEGERI MANDIRI KERJA SAMA DENGAN PT PETRODRILL

PT. ENERGI NEGERI MANDIRI KERJA SAMA DENGAN PT PETRODRILL

BANDUNG,- PT Migas Hulu Jabar (MUJ) mengukuhkan bisnis jasa penunjang minyak dan gas (Migas) untuk operasional pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan, Riau. Langkah ini untuk mendukung nasionalisasi blok tersebut yang akan beralih dari Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021 mendatang.

Melalui anak perusahaan MUJ, PT Energi Negeri Mandiri (ENM) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengadaan 4 Unit Mobile RIG 550 HP Bersama PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (Petrodrill) pada Senin 26 Oktober 2020, di Bandung. Penandatanganan dilakukan Direktur ENM Ruli Adi Prasetia & Direktur Petrodrill, Kastur. Turut disaksikan Direktur Utama MUJ Begin Troys, serta Direktur Keuangan & Umum Punjul Prabowo.

Direktur ENM Ruli Adi Prasetia mengatakan, penandatanganan perjanjian tersebut merupakan komitmen ENM untuk melaksanakan pekerjaan jasa penunjang energi yang selaras dengan bidang usaha MUJ selaku holding.

“Dengan adanya kerjasama ini, semoga ENM bisa saling bersinergi dan menjadi opportunity di lapangan migas lainnya sekaligus sebagai upaya memajukan perusahaan mengoptimalkan fungsi ENM dalam bidang jasa penunjang energi  di wilayah kerja Blok Rokan dan mendapatkan hasil yang maksimal untuk mendorong kompetensi perusahaan ke level yang lebih tinggi,” kata Ruli dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu 28 Oktober 2020.

Kehadiran RIG tersebut tersebut untuk mendukung pengeboran Blok Rokan yang  ditargetkan dapat melakukan lifting atau eksploitasi migas ke atas permukaan tanah sebesar 170.700 barel per hari. Menurut Ruli, kerja sama dengan Petrodrill sebagai perusahaan yang sudah berpengalaman dibidang manufaktur menjadi jawaban ENM sekaligus kontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi secara nasional.

Direktur Petrodrill, Kastur menyebut Petrodrill mendukung penuh kerjasama dengan BUMD dan afiliasinya. Ditambahkan bahwa Workshop RIG diproduksi oleh perusahaan nasional dan lokasinya berada di Dawuan Jawa Barat sehingga turut serta berkontribusi dalam membangun Jawa Barat. Petrodrill telah mempunyai lisensi API Spec 4F, API Spec 7K, API Spec 8C dan API Q1, Perusahan yang bisa membangun dan atau memfabrikasi drilling dan workover RIG di indonesia yang memiliki empat lisensi.

Kastur menyebutkan, pengadaan Mobile RIG 550 HP dengan nilai investasi sekitar Rp 100 miliar yang difabrikasi sudah sesuai pesanan dr PT. Pertamina Drilling Services (PDSI) untuk pemenuhan kebutuhan eksploitasi migas yang ditargetkan bisa menghasilkan 170.700 barel per hari. Dengan jangka waktu fabrikasi dimulai 15 Oktober 2020 dan akan rampung pada akhir bulan Juli 2021.

“Minimum Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dipersyaratkan adalah sebesar 25% dan dikerjakan 100% tenaga kerja adalah putra/putri Indonesia,” imbuh Kastur.

Direktur Utama MUJ Begin Troys mengatakan, kerjasama strategis ini semakin mengukuhkan, MUJ sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dapat mengembangkan bisnis usaha di luar pengelolaan PI 10 % di wilayah kerja ONWJ. Begin juga mengatakan kerja sama dapat diwujudkan berkat dukungan penuh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Ini terjalin berkat peran besar MUJ untuk memajukan ENM dan dukungan penuh Gubernur Jawa Barat dalam rangka memajukan BUMD dan afiliasinya di Jawa Barat,” tandas Begin.

MUJ merupakan perseroan daerah (Perseroda) yang seluruh sahamnya 100 % dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. MUJ menjadi pionir dalam implementasi pengalihan Partisipasi Interest (PI) 10% bagi BUMD daerah penghasil migas, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.37 Tahun 2016. Sebagai Holding MUJ memiliki anak perusahaan untuk pengembangan bisnis lainnya yakni MUJ ONWJ, dan ENM.